Apakah itu Self-Love? Hubungan mempraktekan self-love & parenting.

Apakah itu Self-Love? Hubungan mempraktekan self-love & parenting.

Apakah itu Self-Love? Hubungan mempraktekan self-love & parenting.

  • Digital Class
    26 September 2020

Tentang Workshop

“Aduh, payah banget sih kamu!”
“Masa begitu aja ga bisa…”
“Perutku gendut ya, kayak lagi hamil. ”

Bagi sebagian orang, kata self-love sering didengar sehingga rasanya sudah tidak asing lagi. Seringnya kata ini digunakan, namun kita hanya melihat dan menyentuh permukaannya saja. Apakah self-love berarti memanjakan diri ke salon, pergi keluar dengan pasangan, menikmati secangkir teh, menonton film sendiri, shopping - atau artinya lebih dalam lagi dari itu semua? Bukan artinya kita tidak boleh untuk sesekali memperhatikan dan memanjakan diri dengan hal-hal tersebut. Namun, jika menjadi kepuasaan sementara, kita akan kembali ke dalam kebiasaan yg sama dan menghindari hal dari diri kita sendiri yg sebenarnya membutuhkan perhatian kita.

Cinta diri atau self-love adalah mampu bersahabat dengan diri sendiri, di segala situasi. Seseorang yg tidak mencintai dirinya, jika melakukan suatu kesalahan kecil, akan menyalahkan dirinya sendiri, mengkritik dan terkadang mengungkapkan kalimat yg menyakiti harga dirinya. 

Pikiran kita dapat terjebak pola pikir yg terkadang bukan berasal dari diri kita sendiri, namun dari apa yg pernah kita dengar dari orang lain. 

Akankah lebih baik jika kita bisa melakukan segala hal dengan penuh kesadaran? Apa yg kita lakukan dan ucapkan, dapat dicontoh oleh anak kita, dan mereka adalah cermin dari diri kita dalam melihat kualitas diri kita sendiri. Mari kita berdamai dengan hati dan memutus rantai emosi reaktif dan trauma ke generasi selanjutnya.