Susah Fokus, Sering Melamun, Sering Lupa? Awas Gejala ADHD Dewasa

Susah Fokus, Sering Melamun, Sering Lupa? Awas Gejala ADHD Dewasa

Kesulitan mengontrol emosi, ketika merencanakan sesuatu selalu hasilnya tidak sesuai ekspektasi, bisa jadi itu tanda-tanda ADHD dewasa. Pahami di sini!

Jumlah Video

6 Video

Total Durasi Kelas

01 Jam 06 Menit

Widya S. Sari

Widya S. Sari

Psikolog Klinis

Trailer Kelas
Bagikan Kelas

Pengantar


Materi Kelas



Tentang Kelas

Kesulitan mengontrol emosi, ketika merencanakan sesuatu selalu hasilnya tidak sesuai ekspektasi, atau merasa time management yang buruk, bisa jadi itu tanda-tanda ADHD dewasa. ADHD bukan hanya terjadi pada anak, namun bisa juga terjadi pada orang dewasa. Beberapa gejala-gejala seperti kesulitan fokus, hiperaktif, ceroboh, pelupa, mudah gelisah, memiliki rentang perhatian yang pendek, serta sulit memahami sesuatu bisa menjadi gejala bahwa seseorang memiliki ADHD. Sayangnya, ADHD jarang terdeteksi pada orang dewasa karena tidak banyak yang menyadarinya.

Lalu bagaimana cara menyadari hal ini? Apa yang bisa dilakukan untuk menghadapi ADHD dewasa? Temukan jawabannya di Kelas EXCEL ini!

Cocok Untukmu yang...

  • Semua orang tua yang sering terpicu emosinya oleh perilaku anak dan mengarah pada gejala ADHD
  • Semua orang yang kesulitan fokus dalam pekerjaan atau aktivitas sehari-hari


Tentang Pembicara

Widya S. Sari

Widya S. Sari

Psikolog Klinis

Psikolog Klinis lulusan Universitas Gadjah Mada. Saat ini berpraktik sebagai psikolog di RSUP Fatmawati dan MCLC Special Education Bintaro, praktisi di bidang psikologi klinis khususnya terkait isu-isu kesehatan mental, parenting, dan disabilitas.


Ulasan

Ulasan setelah bergabung di kelas Susah Fokus, Sering Melamun, Sering Lupa? Awas Gejala ADHD Dewasa

Belum ada ulasan


Diskusi

Diskusi tentang kelas Susah Fokus, Sering Melamun, Sering Lupa? Awas Gejala ADHD Dewasa

FA

FADHELUN

1 bulan lalu

Bagaimana mengatasi gejala impulsif dan Rejection Sensitivity di ADHD adult yang sangat mengganggu dan sulit dihindari, karena akan selalu terjadi pada kondisi tertentu. Halini juga menjadi lebih buruk jika ada trauma-trauma yg ketriggered krn org/kejadian tertentu. Terimakasih.


School of Parenting

Admin

1 bulan lalu

Halo kak Fadhelun, terima kasih atas pertanyaannya. Berikut jawaban dari Bu Widya. Rejection sensitivity atau kepekaan berlebih terhadap rasa penolakan termasuk salah satu masalah yang sering dialami individu dengan ADHD. Manifestasinya dapat berupa reaksi emosi yang meluap-luap dan perilaku-perilaku yang dilandaskan pikiran irasional. Situasi seperti ini tidak selalu dapat dihindari, namun respon individu yang mengalaminya dapat dikelola. Awali dengan mengenali pemicu dan gejala yang muncul, lalu sadari perasaan-perasaan yang dialami. Beri jeda untuk fokus dahulu pada hal-hal yang menenangkan sebelum merespon, misalnya teknik napas dalam, megurangi tension fisik, dsb. Kenali situasi yang sedang dihadapi dan kemungkinan-kemungkinan respon serta risikonya. Pelajari teknik-teknik komunikasi asertif agar lebih mampu mengungkapkan perasaan secara terstruktur dan efektif. Hal ini akan membantu orang lain memahami apa yang sedang dialami. Penting juga untuk mencoba melihat situsi yang sedang dialami tersebut dengan sudut pandang yang berbeda sehingga dapat membangun pemahaman yang rasional. Hendaknya individu yang rentan mengalami rejection sensitivity ini menerapkan teknik-teknik coping yang efektif untuk mengatasi stressor harian agar tidak menjadi beban yang sewaktu-waktu meluap. Jangan segan-segan untuk mencari bantuan profesional. Semoga jawaban ini membantu ya… :)


School of Parenting

Admin

1 bulan lalu

Halo kak Fadhelun, terima kasih atas pertanyaannya. Berikut jawaban dari Bu Widya. Rejection sensitivity atau kepekaan berlebih terhadap rasa penolakan termasuk salah satu masalah yang sering dialami individu dengan ADHD. Manifestasinya dapat berupa reaksi emosi yang meluap-luap dan perilaku-perilaku yang dilandaskan pikiran irasional. Situasi seperti ini tidak selalu dapat dihindari, namun respon individu yang mengalaminya dapat dikelola. Awali dengan mengenali pemicu dan gejala yang muncul, lalu sadari perasaan-perasaan yang dialami. Beri jeda untuk fokus dahulu pada hal-hal yang menenangkan sebelum merespon, misalnya teknik napas dalam, megurangi tension fisik, dsb. Kenali situasi yang sedang dihadapi dan kemungkinan-kemungkinan respon serta risikonya. Pelajari teknik-teknik komunikasi asertif agar lebih mampu mengungkapkan perasaan secara terstruktur dan efektif. Hal ini akan membantu orang lain memahami apa yang sedang dialami. Penting juga untuk mencoba melihat situsi yang sedang dialami tersebut dengan sudut pandang yang berbeda sehingga dapat membangun pemahaman yang rasional. Hendaknya individu yang rentan mengalami rejection sensitivity ini menerapkan teknik-teknik coping yang efektif untuk mengatasi stressor harian agar tidak menjadi beban yang sewaktu-waktu meluap. Jangan segan-segan untuk mencari bantuan profesional. Semoga jawaban ini membantu ya… :)


Kelas Terkait

Artikel Terkait

Member Premium SOP Member Premium SOP

Gabung Member Premium

Mulai perjalanan memahami emosi diri dan keluarga

Nikmati akses Kelas Video Belajar kapanpun & dimanapun

Gabung Sekarang

Sudah Member Premium?
Masuk Di Sini

0
Contact Us School of Parenting
×

Info Masa Keanggotaan

Perpanjang Paket